Kamis, Maret 12, 2026

BBM Disubsidi, Presiden Jokowi : Jangan Tepuk Tangan Dulu

Terkait

IDEAtimes.id, MEDAN – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk melakukan kemandirian pangan.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi krisis global dan kebutuhan gizi yang melanda dunia.

“Saya mengajak kepada seluruh bupati, utamanya wali kota untuk memanfaatkan lahan-lahan yang sekecil apa pun untuk menanam, untuk berproduksi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujarnya Kamis (07/07/2022), di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara.

Kata Jokowi, saat ini semya negara tidal berada dalam posisi yang aman-aman saja.

“Sekarang ini semua negara tidak berada pada posisi yang aman-aman saja. Hati-hati mengenai ini. Kita telah 2,5 tahun, 2,5 tahun menghadapi tantangan berat yang namanya pandemi COVID-19 dan sampai saat ini belum rampung, belum selesai.” tegasnya.

“Negara-negara lain masih tinggi COVID-nya, kita alhamdulillah. Meskipun masih berada pada posisi yang rendah, inilah tugas kita semuanya untuk mengendalikan, tetap harus waspada, jangan sampai naik lagi. Karena, kalau COVID-nya bisa kita kendalikan, pemulihan ekonomi ini lebih mudah.” lanjut dia.

Dijelaskan Jokowi, hal yang juga membuat makin sulit ialah adanya perang Ukraina dan Rusia karena itu menyangkut energi dan pangan.

“Sekarang tambah sulit karena ditambah satu masalah besar, yaitu perang di Ukraina. Hati-hati mengenai perang Ukraina. Karena ini menyangkut pangan dan energi. Pangan, minyak, dan gas yang akan mempengaruhi semua negara di dunia. Hati-hati.” katanya.

“Minyak saat normal dulu sebelum pandemi harganya hanya 60 dolar AS, 60 dolar AS. Sekarang ini 110-120 dolar AS per barel, sudah dua kali lipat. Hati-hati. Negara kita ini kita masih tahan untuk tidak menaikkan yang namanya Pertalite. Negara lain yang namanya BBM/bensin itu sudah berada di angka Rp31.000. Di Jerman, di Singapura Rp31.000. Thailand sudah Rp20.000, kita masih Rp7.650. Karena apa? Disubsidi oleh APBN. Jangan tepuk tangan dulu.” bebernya.

“Ini kita masih kuat. Dan, kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat memberi subsidi. Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi, ya kan. Kalau BBM naik, ada yang setuju? Pasti semua akan ngomong tidak setuju. Tapi ingat bahwa kita itu masih impor, separuh dari kebutuhan kita 1,5 juta barel minyak dari luar, masih impor. Artinya apa? Kalau harga di luar naik, kita juga harus membayar lebih banyak. Supaya kita semua mengerti masalah ini.” tandas dia.

(Iksan/You)

spot_img
spot_img
spot_img
Terkini

Anggota DPR RI Amar Sulaiman Sebut Makassar Marak Genk Motor Usai Ditinggal Ngajib

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Anggota DPR RI Komisi III Andi Amar Ma'ruf Sulaiman menyinggung kepemimpinan Kapolrestabes Makassar Kombe Pol Arya...
Terkait
Terkini

Anggota DPR RI Amar Sulaiman Sebut Makassar Marak Genk Motor Usai Ditinggal Ngajib

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Anggota DPR RI Komisi III Andi Amar Ma'ruf Sulaiman menyinggung kepemimpinan Kapolrestabes Makassar Kombe Pol Arya...

Berita Lainnya