IDEAtimes.id, MAKASSAR – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, merespons polemik penggunaan jet pribadi oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Ia menegaskan, tidak ada pelanggaran selama penggunaan fasilitas tersebut tidak memakai uang negara dan tidak melanggar aturan.
Pernyataan itu disampaikan Idrus usai menghadiri acara Buka Puasa Bersama IKA Alumni UIN Alauddin Makassar, Jumat (27/2).
“Enggak lah, ini kan posisinya ketika itu Pak Nasar diundang. Kalau diundang datang iya kan, bagaimana caranya datang itu tidak penting, yang penting tidak ada pelanggaran,” ujar Idrus.
Ketua Umum BPP IKA UIN Alauddin Makassar itu menilai, penggunaan jet pribadi tidak perlu dipersepsikan negatif.
Menurutnya, kehadiran Menteri Agama saat itu dalam rangka memenuhi undangan untuk agenda penguatan keummatan, termasuk peresmian masjid.
“Jangan ditanggapi bahwa itu adalah jet pribadi lalu mau begini atau begitu. Tetapi ini diundang datang. Siapa yang undang? Ya Pak OSO (Oesman Sapta Oedang), dalam rangka penguatan keummatan yang simbolnya adalah masjid yang mau diresmikan,” jelasnya.
Idrus menambahkan, percepatan waktu menjadi pertimbangan dalam penggunaan fasilitas tersebut.
Ia menyebut, kemungkinan ada kebutuhan akselerasi agenda sehingga dipilih moda transportasi yang lebih cepat.
“Apanya yang salah kalau diundang? Karena ingin cepat mungkin, ya sudah ayo cepat. Jadi saya rasa tidak ada yang salah di sini, kan diundang,” tegasnya.
Ia juga menekankan, seorang menteri tidak dilarang menggunakan jet pribadi selama tidak menggunakan anggaran negara dan tidak melanggar ketentuan hukum.
“Apakah kalau jadi menteri tidak boleh naik pesawat jet pribadi? Boleh saja, yang penting tidak menggunakan uang negara, tidak melanggar aturan,” tambahnya.
Terkait klarifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Idrus menilai langkah tersebut sebagai bentuk transparansi.
“Ya dia ke KPK untuk menjelaskan. Bangsa ini perlu bonafide, perlu ketulusan, perlu keikhlasan. Jadi nanti ini wujudnya adalah solidaritas sosial,” ujarnya.
Menurutnya, polemik seperti ini seharusnya disikapi secara proporsional.
Ia mengingatkan agar tidak terjadi kecenderungan menutupi kesalahan atau sebaliknya mencari-cari kesalahan yang tidak ada.
“Yang selama ini kan terjadi, ada kesalahan orang ditutupi, tidak ada kesalahan orang dicari-cari. Kan ngawur negeri ini,” pungkasnya.
Sementara itu Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan alasannya menggunakan jet pribadi untuk menuju Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Di mana ia saat itu, diundang untuk meresmikan Gedung Balai Sarkiah yang terletak di Kabupaten Takalar, Sulsel, pada Minggu (15/2/2026).
Nasaruddin menjelaskan, ia menggunakan jet pribadi karena saat itu pesawat komersial untuk menuju ke Kabupaten Takalar tidak ada, mengingat waktu sudah malam hari.
Ditambah, ia tidak bisa terlalu lama menunggu karena harus mengikuti sidang isbat penentuan awal puasa Ramadhan 1446 H/2026 di Jakarta.
“Kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan ya, di Makassar untuk dengan menggunakan pesawat khusus itu ya,” jelas Nasaruddin usai melaporkan fasilitas jet pribadi itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung ACLC, Jakarta, Senin (23/2/2026). (*)