IDEAtimes.id, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh bayi saat Lebaran 2026 nanti.
Hal itu disampaikan Kemenkes demi mencegah penularan campak ke Bayi yang mulai marak.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr Andi Saguni mengatakan, kebiasaan menyentuh bayi saat silaturahmi dengan keluarga, sebaiknya dikurangi.
“Kebiasaan asal sentuh anak balita, bayi, terutama saat Lebaran sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari, karena risiko penularan tinggi,” ungkap Andi saat konferensi pers daring, belum lama ini.
Dia melanjutkan, para orang tua, keluarga dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan penularan campak pada saat berkumpul keluarga ketika Lebaran.
Jika anak mengalami demam atau bergejala campak, seperti timbul ruam, maka harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kalau ada tanda suspek campak, seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul,” sarannya.
Di kesempatan yang sama, Kemenkes juga mengimbau kepada penderita campak agar tidak menghadiri kegiatan berkunjung ke tempat-tempat wisata.
Sebagai informasi, hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus konfirmasi positif dan 6 kematian akibat campak.
Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. (*)