IDEAtimes.id, MAKASSAR – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan periode 2020–2025 terus menjadi sorotan.
Kadin Sulsel yang dipimpin Andi Iwan Aras (AIA) dinilai tidak berjalan optimal, bahkan disebut “mati suri” selama satu periode kepengurusan.
Sejumlah pihak menilai AIA tidak menjalankan agenda organisasi secara maksimal, sehingga Kadin Sulsel terkesan stagnan.
Salah satu anggota Kadin Sulsel, Syamsul Bahri Majjaga, mendesak Kadin Pusat untuk mengambil langkah tegas terhadap kondisi tersebut.
Menurutnya, penerbitan surat perpanjangan masa jabatan kepada AIA justru menunjukkan kurangnya perhatian Kadin Pusat terhadap dinamika organisasi di daerah.
“Seharusnya tidak boleh ada surat perpanjangan masa jabatan. Kepengurusan AIA murni tidak berjalan, jadi apa lagi yang harus dipertahankan,” ujar Zul Majjaga saat dihubungi, Rabu (29/4).
Ia menegaskan, Kadin Pusat semestinya mengevaluasi rekam jejak kepengurusan selama satu periode sebelum mengambil keputusan.
“Harusnya Kadin Pusat melihat, selama satu periode ini organisasi berjalan atau tidak,” tambahnya.
Zul juga menilai, Kadin memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha di Sulawesi Selatan.
Namun, tanpa adanya perubahan signifikan, ia khawatir Kadin hanya akan menjadi organisasi yang tidak produktif.
“Kadin ini seharusnya menjadi motor penggerak pelaku usaha di Sulsel dan mendorong perekonomian. Tapi itu hanya akan jadi mimpi jika ketuanya lebih sibuk dengan urusan lain,” tegasnya.
Ia pun meminta agar kepemimpinan Kadin Sulsel dievaluasi jika dinilai tidak mampu menjalankan roda organisasi.
“Jika memang tidak mampu, sebaiknya dilepaskan dan diberikan kepada pihak yang siap menjalankan organisasi dengan baik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Sulsel Andi Iwan Aras yang dihubungi terkait sorotan ini belum memberi respons. (*)