Jumat, Mei 24, 2024

Gubernur Sulsel Sebut Masih Kaji Kebijakan PSBB

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, Makassar;- Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, masih mengkaji Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB adalah pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 makin meluas, dan tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kita lagi kaji, tentu saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Saya tentu harus mendapatkan data. Data yang akurat, sebelum kita putuskan,” kata Nurdin Abdullah, Rabu, 8 April 2020.

Iapun akan melakukan rapat bersama Forkopimda Sulsel, dan mengumpulkan semua data yang dibutuhkan, untuk memutuskan apakah akan diajukan PSBB di Sulsel secara keseluruhan, atau hanya parsial kabupaten/kota saja.

“Kita mengumpulkan semua data, apakah PSBB ini sudah memenuhi syarat untuk kita ajukan. Yang mengajukan PSBB itu juga ada indikatornya. Ada beberapa kriteria, kalau tidak memenuhi syarat, susah juga kita ajukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melihat kondisi yang ada, terutama di Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran, maka ibu kota provinsi ini yang akan menjadi sentral penerapan.

“Makanya kita harus duduk bersama. Yang pasti Makassar harus menjadi titik sentral kita. Kalaupun PSBB itu Makassar, mungkin ini yang coba kita dorong,” pungkasnya.(*)

Terkini

Kembalikan Formulir di Demokrat, Danny Pomanto Berharap Diusung di Pilgub Sulsel

IDEAtimes.id, MAKASAR - Partai Demokrat kembali ingin mengulang sejarah meraih kemenangan bersama Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto...
Terkait

IDEAtimes.id, Makassar;- Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, masih mengkaji Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB adalah pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 makin meluas, dan tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kita lagi kaji, tentu saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Saya tentu harus mendapatkan data. Data yang akurat, sebelum kita putuskan,” kata Nurdin Abdullah, Rabu, 8 April 2020.

Iapun akan melakukan rapat bersama Forkopimda Sulsel, dan mengumpulkan semua data yang dibutuhkan, untuk memutuskan apakah akan diajukan PSBB di Sulsel secara keseluruhan, atau hanya parsial kabupaten/kota saja.

“Kita mengumpulkan semua data, apakah PSBB ini sudah memenuhi syarat untuk kita ajukan. Yang mengajukan PSBB itu juga ada indikatornya. Ada beberapa kriteria, kalau tidak memenuhi syarat, susah juga kita ajukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melihat kondisi yang ada, terutama di Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran, maka ibu kota provinsi ini yang akan menjadi sentral penerapan.

“Makanya kita harus duduk bersama. Yang pasti Makassar harus menjadi titik sentral kita. Kalaupun PSBB itu Makassar, mungkin ini yang coba kita dorong,” pungkasnya.(*)

spot_img
Terkini

Kembalikan Formulir di Demokrat, Danny Pomanto Berharap Diusung di Pilgub Sulsel

IDEAtimes.id, MAKASAR - Partai Demokrat kembali ingin mengulang sejarah meraih kemenangan bersama Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto...

Berita Lainnya

spot_img