IDEAtimes.id, MAKASSAR – Direktur PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) atau Perseroda Provinsi Sulawesi Selatan Yasir Mahmud mengatakan jika pembangunan Twin Towers akan tetap dilanjutkan.
Namun metode dari pembiayaan Twin tower tidak menggunakan dana Pinjaman atau APBD.
Akan tetapi pembangunan Twin Tower akan menggunakan kerjasama dengan menetapkan sistem Build Operate Transfer (BOT) yang akan dilakukan bersama dengan PT SCI.
“Jadi BOT ini kita kerjasamakan, bahkan saat ini sudah ada tiga investor yang menawarkan diri bekerja sama dalam pembangunan Twin Tower,” Kata Yasir Mahmud, Minggu, (10/10/2021).
Tiga investor yang akan menjalin kerjasama dengan Perseroda dalam pembangunan Twin Tower diantaranya investor dari Dubai satu dari China dan satu lagi dari dalam negeri.
“Nanti kami pilih mana yang penawarannya paling bagus.” jelasnya.
Mengenai kerjasama pembangunan yang telah dilakukan bersama dengan PT Waskita Karya, dikatakan akan ditinjau ulang, namun peninjauan ulang tidak akan merubah bentuk skema dan model pembangunan gedung Twin Tower tersebut.
“Soal kerja sama dengan PT Waskita Karya kita akan kaji apakah dilanjutkan atau di hentikan, yang jelas model pembangunan tidak berubah, namun ketinggian mungkin saja akan kita sesuaikan dengan struktur tanah yang ada di lokasi reklamasi tersebut, ” Ungkapnya.
Bahkan dia mengaku untuk anggaran biaya pembangunan Twin Tower nantinya tidak akan jauh berbeda dengan anggaran yang awal di canangkan.
Yang jelas kata dia, pembangunan Twin Tower tersebut tidak akan membebani anggaran APBD Provinsi SSuls dan kami juga aka engkoordinasikan dengan DPRD soal niat kerja sama BOT yang akan dilakukan dalam pembangunan Twin Tower.
“Jelas pembangunan Twin Tower ini sama sekali tidak akan membebani APBD apa lagi menggunakan dana pijaman, ini murni akan dilakukan dengan sistem BOT, atau kerjasama dengan bpihak swasta yang lebih bernilai ekonomis.” katanya.
” yang penting dana bisa kita tarik masuk ke Sulawesi selatan sehingga perekonomian bisa meningkat.” ujarnya lagi.
Yasir juga menyebutkan jika Perseroda saat ini, juga sedang fokus pada pengelolaan aset-aset yang dimiliki pemerintah Perseroda saat ini.
Salah satunya akan mengambil alih rumah dinas dipaotere dan meninjau ulang kontrak / hgb ruko Latanete plaza yang berada dijalan Sungai Saddang Makassar.(*)