Rabu, Mei 29, 2024

20 Hari Warga Luwu Utara Kebanjiran, Warga Beli Kebutuhan Pokok Pakai Perahu

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimesid, LUWU UTARA – Warga Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara masih bergelut dengan banjir.

Banjir menerjang Luwu Utara sejak Selasa, 23 April 2024, akibat luapan Sungai Rongkong yang disebabkan jebolnya tanggul. Salah satu Desa terdampak adalah Pombakka

Salah seorang warga Desa Pombakka, banjir yang melanda desanya sudah sekitar 20 hari namun belum surut.

Akibatnya, aktifitas warga seperti berkebun dan menambak harus terhenti sementara.

“Ini sudah hari ke 20 (banjir). Kebun, empang semua tenggelam.” ungkap warga tersebut, Rabu, (15/5) saat ditemui di Desa Pombakka.

“Bupati juga tidak pernah datang. Kalau wakil pernah datang.” tambahnya.

Ia mengaku, dirinya mengungsi di Kantor desa akibat rumahnya terendam air setinggi pinggang orang dewasa.

“Saya kasian mengungsi di kantor desa karena terendam (juga) rumah.” katanya.

Selain rumah warga, fasilitas umum seperti rumah ibadah hingga sekolah juga ikut terendam banjir.

Kebun jagung hingga empang warga juga terendam yang menyebabkan mirip lautan.

Bahkan warga harus menggunakan perahu untuk keluar dari desa agar bisa bepergian ke pasar atau membeli sesuatu. (*)

Terkini

Ini Solusi Rusdin Abdullah untuk Pelaku UMKM di Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Bakal calon Wali Kota Makassar, Rusdin Abdullah melakukan silaturahmi dengan Warga Tallo melalui Program Rudal mendengar. Pengusaha...
Terkait

IDEAtimesid, LUWU UTARA – Warga Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara masih bergelut dengan banjir.

Banjir menerjang Luwu Utara sejak Selasa, 23 April 2024, akibat luapan Sungai Rongkong yang disebabkan jebolnya tanggul. Salah satu Desa terdampak adalah Pombakka

Salah seorang warga Desa Pombakka, banjir yang melanda desanya sudah sekitar 20 hari namun belum surut.

Akibatnya, aktifitas warga seperti berkebun dan menambak harus terhenti sementara.

“Ini sudah hari ke 20 (banjir). Kebun, empang semua tenggelam.” ungkap warga tersebut, Rabu, (15/5) saat ditemui di Desa Pombakka.

“Bupati juga tidak pernah datang. Kalau wakil pernah datang.” tambahnya.

Ia mengaku, dirinya mengungsi di Kantor desa akibat rumahnya terendam air setinggi pinggang orang dewasa.

“Saya kasian mengungsi di kantor desa karena terendam (juga) rumah.” katanya.

Selain rumah warga, fasilitas umum seperti rumah ibadah hingga sekolah juga ikut terendam banjir.

Kebun jagung hingga empang warga juga terendam yang menyebabkan mirip lautan.

Bahkan warga harus menggunakan perahu untuk keluar dari desa agar bisa bepergian ke pasar atau membeli sesuatu. (*)

spot_img
Terkini

Ini Solusi Rusdin Abdullah untuk Pelaku UMKM di Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Bakal calon Wali Kota Makassar, Rusdin Abdullah melakukan silaturahmi dengan Warga Tallo melalui Program Rudal mendengar. Pengusaha...

Berita Lainnya

spot_img