Rabu, Mei 29, 2024

Presidium KAHMI Sulsel Bahtiar Manadjeng Bantu Korban Banjir Luwu Utara

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, LUWU UTARA – Presidium MW KAHMI Sulsel Bahtiar Manadjeng menyalurkan sembako untuk korban banjir di Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara.

Bahtiar menyerahkan langsung bantuan terpal dan sembako, Rabu, (15/5) di Desa Pombakka yang diterima oleh masyarakat setempat.

Bahtiar mengatakan, bantuan tersebut diberikan mengingat warga di desa Pombakka sudah 20 hari lebih terendam banjir.

“Warga kebanjiran sejak April lalu akibat jebolnya tanggul Sungai Rongkong yang menyebabkan air meluap.” ungkap Bahtiar, Rabu, (15/5).

“Tadi kita bawa terpal untuk dipakai warga membuat tanggul sepanjang 50 meter. Itu untuk mencegah banjir. Kemudian ada sedikit sembako dan air minum.” katanya.

Kata dia, warga tidak bisa melakukan aktifitas apapun akibat dari banjir setinggi pinggang orang dewasa.

“Kasihan warga rumahnya terendam, harus mengungsi dan parahnya mereka tidak bisa berkebun dan ke empang. Kan aktifitas warga disini berkebun dan di tambak.” tutupnya.

Sementara itu salah seorang warga mengaku banjir sudah 20 hari melanda desa Pombakka.

Akibatnya kebun hingga empang milik warga tenggelam dan membuat tanaman jagung rusak.

“Bupati juga belum ada datang kecuali wakil sempat datang. Saya ini kasian mengungsi di kantor desa karena rumah sudah terendam.” ucapnya. (*)

Terkini

Ini Solusi Rusdin Abdullah untuk Pelaku UMKM di Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Bakal calon Wali Kota Makassar, Rusdin Abdullah melakukan silaturahmi dengan Warga Tallo melalui Program Rudal mendengar. Pengusaha...
Terkait

IDEAtimes.id, LUWU UTARA – Presidium MW KAHMI Sulsel Bahtiar Manadjeng menyalurkan sembako untuk korban banjir di Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara.

Bahtiar menyerahkan langsung bantuan terpal dan sembako, Rabu, (15/5) di Desa Pombakka yang diterima oleh masyarakat setempat.

Bahtiar mengatakan, bantuan tersebut diberikan mengingat warga di desa Pombakka sudah 20 hari lebih terendam banjir.

“Warga kebanjiran sejak April lalu akibat jebolnya tanggul Sungai Rongkong yang menyebabkan air meluap.” ungkap Bahtiar, Rabu, (15/5).

“Tadi kita bawa terpal untuk dipakai warga membuat tanggul sepanjang 50 meter. Itu untuk mencegah banjir. Kemudian ada sedikit sembako dan air minum.” katanya.

Kata dia, warga tidak bisa melakukan aktifitas apapun akibat dari banjir setinggi pinggang orang dewasa.

“Kasihan warga rumahnya terendam, harus mengungsi dan parahnya mereka tidak bisa berkebun dan ke empang. Kan aktifitas warga disini berkebun dan di tambak.” tutupnya.

Sementara itu salah seorang warga mengaku banjir sudah 20 hari melanda desa Pombakka.

Akibatnya kebun hingga empang milik warga tenggelam dan membuat tanaman jagung rusak.

“Bupati juga belum ada datang kecuali wakil sempat datang. Saya ini kasian mengungsi di kantor desa karena rumah sudah terendam.” ucapnya. (*)

spot_img
Terkini

Ini Solusi Rusdin Abdullah untuk Pelaku UMKM di Makassar

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Bakal calon Wali Kota Makassar, Rusdin Abdullah melakukan silaturahmi dengan Warga Tallo melalui Program Rudal mendengar. Pengusaha...

Berita Lainnya

spot_img