Senin, Mei 20, 2024

Dosen dan Mahasiswa UMI Ciptakan Hand Sanitizer Cegah Covid-19

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, Makassar;- Dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kolaborasi, membuat Hand Sanitizer yang bisa mencegah penyebaran virus corona. Mereka memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar rumah yang mudah didapatkan.

Beberapa waktu ini hand sanitizer menjadi langka akibat wabah virus corona. Ketakutan akan penyebaran virus tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong membeli hand sinitizer secara berlebih.

Kondisi ini membuat bahan pengganti cuci tangan itu menjadi langka. Padahal masyarakat lain masih banyak yang membutuhkannya.

Atas dasar ini lah Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri (FTI) UMI, Rismawati Rasyid bersama beberapa mahasiswanya membuat sendiri hand sinitizer. Bahkan mereka menyarankan, masyarakat lain untuk membuat sendiri hand sinitizer.

Dijelaskan Risma, hand sanitiser buatannya ini adalah cairan sebagai pengganti cuci tangan yang mengandung antiseptik karena menggunakan alkohol 70 persen. Selain itu mengandung lidah buaya (aloevera) gel sebagai perawatan kulit.

“Lidah buaya gel ini kan bisa sebagai perawatan kulit, sehingha tidak terjadi iritasi kulit,” katanya.

Hand sinitizer buatannya juga ditambahkan dengan esential oil dari ekstrak kulit jeruk. Esentian oil ini lah yang digunakan sebagai pewangi hand sinitizer.

“Jadi bahan yang digunakan alami dan mudah didapatkan. Hanya alkohol 70 persen yang dibeli di toko bahan kimia. Selain itu lidah buaya gel yang biasa tumbuh dekat rumah, dan ekstrak kulit jeruk,” jelasnya.

Risma menjelaskan, berdasarkan literatur yang dibacanya, alkohol 70 persen itu bermanfaat untuk membunuh kuman, termasuk mencegah virus corona.

Cara membuatnya juga dikatakan cukup mudah. Pertama aloevera gel ditimbang. Misal 10gr, maka diambil perbandingan 1:3. Sebanyak 1 gel lidah buaya banding 3 alkohol 70 persen.

Aloevera dan alkohol ini dicampur, kemudian diaduk sampai 15 menit. Setelah itu ditambahkan esential oil sebanyak 10-20 tetes sebagai pewanginya.

“Kemudian dikemas dalam botol yang disiapkan. Itu tadi contoh untuk produksi bisa sampai 10 botol,” katanya.

Hand sinitizer buatan Risma ini tidak diperjualbelikan. Hanya dibagikan ke sekitar kampus UMI untuk sementara waktu ini.

“Ini kita bagikan ke sekitar kampus karena stoknya hampir habis di toko-toko. Kami bagikan secara gratis,” ungkapnya.

Risma mengakui jika sebenarnya produk serupa juga sudah ada. Namun hand sinitizer ini dikatakannya ditambahkan variabel berbeda. Misalnya saja jeruk yang digunakan sebagai pengganti esential oil.

“Kalau motivasi kami memang supaya masyarakat bisa memproduksi sendiri, karena bahannya mudah ditemukan,” ungkap Risma.(**)

Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...
Terkait

IDEAtimes.id, Makassar;- Dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kolaborasi, membuat Hand Sanitizer yang bisa mencegah penyebaran virus corona. Mereka memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar rumah yang mudah didapatkan.

Beberapa waktu ini hand sanitizer menjadi langka akibat wabah virus corona. Ketakutan akan penyebaran virus tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong membeli hand sinitizer secara berlebih.

Kondisi ini membuat bahan pengganti cuci tangan itu menjadi langka. Padahal masyarakat lain masih banyak yang membutuhkannya.

Atas dasar ini lah Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri (FTI) UMI, Rismawati Rasyid bersama beberapa mahasiswanya membuat sendiri hand sinitizer. Bahkan mereka menyarankan, masyarakat lain untuk membuat sendiri hand sinitizer.

Dijelaskan Risma, hand sanitiser buatannya ini adalah cairan sebagai pengganti cuci tangan yang mengandung antiseptik karena menggunakan alkohol 70 persen. Selain itu mengandung lidah buaya (aloevera) gel sebagai perawatan kulit.

“Lidah buaya gel ini kan bisa sebagai perawatan kulit, sehingha tidak terjadi iritasi kulit,” katanya.

Hand sinitizer buatannya juga ditambahkan dengan esential oil dari ekstrak kulit jeruk. Esentian oil ini lah yang digunakan sebagai pewangi hand sinitizer.

“Jadi bahan yang digunakan alami dan mudah didapatkan. Hanya alkohol 70 persen yang dibeli di toko bahan kimia. Selain itu lidah buaya gel yang biasa tumbuh dekat rumah, dan ekstrak kulit jeruk,” jelasnya.

Risma menjelaskan, berdasarkan literatur yang dibacanya, alkohol 70 persen itu bermanfaat untuk membunuh kuman, termasuk mencegah virus corona.

Cara membuatnya juga dikatakan cukup mudah. Pertama aloevera gel ditimbang. Misal 10gr, maka diambil perbandingan 1:3. Sebanyak 1 gel lidah buaya banding 3 alkohol 70 persen.

Aloevera dan alkohol ini dicampur, kemudian diaduk sampai 15 menit. Setelah itu ditambahkan esential oil sebanyak 10-20 tetes sebagai pewanginya.

“Kemudian dikemas dalam botol yang disiapkan. Itu tadi contoh untuk produksi bisa sampai 10 botol,” katanya.

Hand sinitizer buatan Risma ini tidak diperjualbelikan. Hanya dibagikan ke sekitar kampus UMI untuk sementara waktu ini.

“Ini kita bagikan ke sekitar kampus karena stoknya hampir habis di toko-toko. Kami bagikan secara gratis,” ungkapnya.

Risma mengakui jika sebenarnya produk serupa juga sudah ada. Namun hand sinitizer ini dikatakannya ditambahkan variabel berbeda. Misalnya saja jeruk yang digunakan sebagai pengganti esential oil.

“Kalau motivasi kami memang supaya masyarakat bisa memproduksi sendiri, karena bahannya mudah ditemukan,” ungkap Risma.(**)

spot_img
Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...

Berita Lainnya

spot_img