Senin, Mei 20, 2024

PB IPMIL Raya : Pemda Se-Luwu Raya Harus Perketat Pintu Masuk

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, Makassar;- Pengurus Besar (PB) Ipmil Raya mendesak Pemerintah Daerah se Luwu Raya (Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur) perketat penjagaan di wilayah perbatasan.

Ketua Umum PB Ipmil Raya Zaldi mengatakan, saat ini seluruh daerah di Luwu Raya sudah terpapar covid-19.

“Sekarang Pemda harus ambil langkah cepat, mengingat wilayah kita sudah jebol akan virus ini. Jadi solusi dari kami perketat pintu masuk di perbatasan bagi yang baru datang dari daerah mau pun mau keluar.”Ungkap Zaldi melalui sambungan Telpon, Senin, 4/5/2020.

Mahasiswa UIM ini menjelaskan, selain perketat pintu masuk, masyarakat yang memang disetujui bisa masuk harus di karantina selama 14 hari sebelum kerumahnya.

“Kita Ambil contoh di Luwu Utara, harusnya mereka (Santri) yang positif, awalnya di karantina dulu oleh Pemda sebelum mereka kembali ke rumahnya pada saat datang.” Tegasnya.

“Tapi, harus matang, Pemda menyiapkan lokasi karantina, menyiapkan tenaga medis dan konsumsi buat yang dikarantina agar mereka merasa terjamin.”Katanya.

Jika, lanjut Zaldi, ada masyarakat yang enggan di karantina saat masuk wilayah Luwu Raya maka sebaiknya ditahan dan jangan di biarkan kerumah.

“Kasihan keluarganya kalau ada yang dari rantauan terus pulang tanpa di isolasi dulu, mari kita sama-sama sadar diri baik masyarakay maupun pemerintah agar virus ini segera hilang.”Tutupnya.

Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...
Terkait

IDEAtimes.id, Makassar;- Pengurus Besar (PB) Ipmil Raya mendesak Pemerintah Daerah se Luwu Raya (Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur) perketat penjagaan di wilayah perbatasan.

Ketua Umum PB Ipmil Raya Zaldi mengatakan, saat ini seluruh daerah di Luwu Raya sudah terpapar covid-19.

“Sekarang Pemda harus ambil langkah cepat, mengingat wilayah kita sudah jebol akan virus ini. Jadi solusi dari kami perketat pintu masuk di perbatasan bagi yang baru datang dari daerah mau pun mau keluar.”Ungkap Zaldi melalui sambungan Telpon, Senin, 4/5/2020.

Mahasiswa UIM ini menjelaskan, selain perketat pintu masuk, masyarakat yang memang disetujui bisa masuk harus di karantina selama 14 hari sebelum kerumahnya.

“Kita Ambil contoh di Luwu Utara, harusnya mereka (Santri) yang positif, awalnya di karantina dulu oleh Pemda sebelum mereka kembali ke rumahnya pada saat datang.” Tegasnya.

“Tapi, harus matang, Pemda menyiapkan lokasi karantina, menyiapkan tenaga medis dan konsumsi buat yang dikarantina agar mereka merasa terjamin.”Katanya.

Jika, lanjut Zaldi, ada masyarakat yang enggan di karantina saat masuk wilayah Luwu Raya maka sebaiknya ditahan dan jangan di biarkan kerumah.

“Kasihan keluarganya kalau ada yang dari rantauan terus pulang tanpa di isolasi dulu, mari kita sama-sama sadar diri baik masyarakay maupun pemerintah agar virus ini segera hilang.”Tutupnya.

spot_img
Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...

Berita Lainnya

spot_img