Senin, Mei 20, 2024

Dinsos Makassar Seakan Diamkan Gepeng dan Anjal Ditengah Pandemi

Terkait
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IDEAtimes.id, Makassar;- Disaat situasi wabah Covid 19 bukannya pihak pemerintah khususnya dinas sosial kota Makassar memperhatikan maraknya gepeng yang berkeliaran di setiap sudut jalan kota Makassar. Rabu (20/02/20) Sore

Dari pantauan awak media, berbagai peran yang di lakukan oleh para gepeng dan anjal ini.

Ada yang jadi pemulung , penjual tissue , pembersih kaca mobil , penjual sticker dan lain – lain .

Dimasa pandemi covid 19 , di tahun 2020 ini , jumlah gepeng semakin meningkat . Titik kumpul gepeng seperti terlihat di sepanjang jalan veteran selatan , jalan Sultan Alauddin , jalan Hertasning , samping masjid raya Makassar .

Yang lebih parah bertebaran di tengah masa pandemi covid 19 dan di khawatir kan menjadi penyebar virus Covid 19 .

Rustam alias daeng utta , berasal dari kota Makassar jalan sukaria saat di sambangi awak media mengatakan jika dirinya mengemis karena tidak mendapat bantuan sembako

“Bagaimana kita tidak mengemis sembako saja kami tidak dapat dari bantuan pemerintah setempat , sedangkan pekerjaan kami hanya memulung” terang gepeng tersebut, Kamis, 21/5/2020.

Tak Luput juga dari beberapa pembagian sembako dan BLT di seluruh kelurahan di kota Makassar menjadi amburadur di penghujung PSBB kota Makassar dan menjelang idul Fitri , beberapa masyarakat geram dengan pembagian sembako atau BLT , dan terjadi juga di kelurahan Maricaya selatan kecamatan mamajang.

Pasalnya sebagaian masyarakat ada yang mendapat kan dan tidak mendapatkan sama sekali. Terkhusus nya BLT dari pemerintah pusat yang tangani oleh dinas sosial kota Makassar .

Untuk BLT sebanyak 600.000 dari pusat itu tak tersalurkan dengan baik .

Dari beberapa rumah di kelurahan Maricaya selatan, kecamatan mamajang warga masih banyak mengeluh untuk pembagian sembako atau pun BLT.

Lebih amburadulnya lagi warga yang terdaftar nama nya sebagai penerima BLT itu tak merasakan yang namanya BLT yang yang seharga 600.000 tersebut .

Hingga berita ini tayang pihak dari dinas sosial kota Makassar belum dapat memberikan klarifikasi meski telah di hubungi berkali-kali .(Dhan/You).

Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...
Terkait

IDEAtimes.id, Makassar;- Disaat situasi wabah Covid 19 bukannya pihak pemerintah khususnya dinas sosial kota Makassar memperhatikan maraknya gepeng yang berkeliaran di setiap sudut jalan kota Makassar. Rabu (20/02/20) Sore

Dari pantauan awak media, berbagai peran yang di lakukan oleh para gepeng dan anjal ini.

Ada yang jadi pemulung , penjual tissue , pembersih kaca mobil , penjual sticker dan lain – lain .

Dimasa pandemi covid 19 , di tahun 2020 ini , jumlah gepeng semakin meningkat . Titik kumpul gepeng seperti terlihat di sepanjang jalan veteran selatan , jalan Sultan Alauddin , jalan Hertasning , samping masjid raya Makassar .

Yang lebih parah bertebaran di tengah masa pandemi covid 19 dan di khawatir kan menjadi penyebar virus Covid 19 .

Rustam alias daeng utta , berasal dari kota Makassar jalan sukaria saat di sambangi awak media mengatakan jika dirinya mengemis karena tidak mendapat bantuan sembako

“Bagaimana kita tidak mengemis sembako saja kami tidak dapat dari bantuan pemerintah setempat , sedangkan pekerjaan kami hanya memulung” terang gepeng tersebut, Kamis, 21/5/2020.

Tak Luput juga dari beberapa pembagian sembako dan BLT di seluruh kelurahan di kota Makassar menjadi amburadur di penghujung PSBB kota Makassar dan menjelang idul Fitri , beberapa masyarakat geram dengan pembagian sembako atau BLT , dan terjadi juga di kelurahan Maricaya selatan kecamatan mamajang.

Pasalnya sebagaian masyarakat ada yang mendapat kan dan tidak mendapatkan sama sekali. Terkhusus nya BLT dari pemerintah pusat yang tangani oleh dinas sosial kota Makassar .

Untuk BLT sebanyak 600.000 dari pusat itu tak tersalurkan dengan baik .

Dari beberapa rumah di kelurahan Maricaya selatan, kecamatan mamajang warga masih banyak mengeluh untuk pembagian sembako atau pun BLT.

Lebih amburadulnya lagi warga yang terdaftar nama nya sebagai penerima BLT itu tak merasakan yang namanya BLT yang yang seharga 600.000 tersebut .

Hingga berita ini tayang pihak dari dinas sosial kota Makassar belum dapat memberikan klarifikasi meski telah di hubungi berkali-kali .(Dhan/You).

spot_img
Terkini

Ketua DPRD Sulsel Berikan Lukisan untuk Bahtiar Baharuddin Karya Armin Toputiri

IDEAtimes.id, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan kepada mantan PJ Gubernur Sulsel,...

Berita Lainnya

spot_img