Minggu, April 14, 2024

JRM Minta Maaf Soal Babi Guling, BMI Sulsel Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut

Terkait
spot_img

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan merespons permintaan maaf John Rende Mangontan soal babi guling.

Dalam keterangan persnya, Zulkifli selaku ketua BMI Sulsel menegaskan jika pihaknya tidak akan menarik laporannya terhadap JRM.

“Saya rasa saudara JRM punya hak untuk melakukan silaturahmi ke MUI Tana Toraja dan meminta maaf kepada siapapun.” ungkap Zul mengawali keterangan persnya, Rabu, (27/3).

“Tetapi kami sebagai pelapor tidak akan mencabut laporan dan meminta aparat kepolisian untuk tetap melanjutkan proses hukum ini sampai di pengadilan.” lanjutnya.

Zul melanjutkan, alasan JRM yang mengatakan postingannya tersebut hanya sebagai candaan telah melukai hati umar muslim.

“Kalau alasan JRM Dalam permintaan maafnya bahwa postingan itu hanya candaan maka saya sampaikan bahwa semua orang berhak untuk bercanda tetapi Ingat bukan dengan cara terang terangan menyakiti hati seluruh umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan yang dianggap sangat sakral.” tegasnya.

“Lagi pula beberapa waktu lalu JRM punya kesempatan lebih awal untuk meminta maaf secara trus tetapi malah menyampaikan alasan yang menurut kami semakin memperumit masalah. Jika perbuatan JRM yang mengajak buka puasa disertai dengan gambar babi guling di group whatsapp pilkada caleg Toraja saat umat muslim melaksanakan ibadah puasa hanya dianggap sebuah candaan maka kami ingin sampaikan bahwa candaan JRM ini adalah candaan yang tidak beradab,” jelasnya.

Kata dia, dua bulan terakhir BMI telah melakukan pelaporan tiga kali terkait kasus penistaan serta ujaran kebencian ke Polda Sulsel.

“Perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan jumlah laporan yang kami masukkan ke aparat dalam dua bulan terakhir tercatat ada tiga laporan resmi ke aparat kepolisian dengan dugaan kasus penistaan agama dan ujaran kebencian, satu kasus telah telah dilimpahkan ke kejaksaan (tersangka di tahan) dua kasus sementara proses penyelidikan dan jika berdasarkan pengalaman kami maka insya Allah statusnya pun akan naik ke penyidikan.” imbuhnya.

“Saya rasa jumlah kasus yang kami laporkan dalam dua bulan terakhir termasuk jumlah yang luar biasa dan menjadi fakta bahwa semakin banyak orang dengan mudahnya melakukan penistaan agama, Sehingga menurut kami aparat kepolisian harus lebih serius untuk melakukan penegakan hukum kepada para penistaan agama ini agar hal ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun untuk tidak melakukan hal serupa.” tutup dia.

Diberitakan sebelumnya John Rende Mangontan telah menemui MUI Tana Toraja serta ormas Islam lainnya.

Hal itu dilakukan untuk menyampaikan permohonan maafnya terkait postingan gambar babi guling dengan ajakan buka puasa.

“Saya John Rende Mangontan menyampaikan permohonan maaf yang sedalam – dalamnya kepada semua umat Islam baik yang ada di Tana Toraja, yang ada di Group WhatsApp Pilkada Tana Toraja dan dimanapun berada ataupun kepada yang merasa tersinggung atas kehilapan saya beberapa waktu yang lalu di salah satu group WhatsApp Pileg dan Pilkada Toraja 2024.” tulis JRM dalam keterangannya, Rabu, (27/3). (**)

spot_img
Terkini

Pendeta Musa Sebut IAS Sosok Rendah Hati dan Ramah

IDEAtimes.id, TORAJA - Karakter kepemimpinan Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat menjabat wali kota Makassar 2004-2014 ternyata begitu membekas...
Terkait

IDEAtimes.id, MAKASSAR – Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan merespons permintaan maaf John Rende Mangontan soal babi guling.

Dalam keterangan persnya, Zulkifli selaku ketua BMI Sulsel menegaskan jika pihaknya tidak akan menarik laporannya terhadap JRM.

“Saya rasa saudara JRM punya hak untuk melakukan silaturahmi ke MUI Tana Toraja dan meminta maaf kepada siapapun.” ungkap Zul mengawali keterangan persnya, Rabu, (27/3).

“Tetapi kami sebagai pelapor tidak akan mencabut laporan dan meminta aparat kepolisian untuk tetap melanjutkan proses hukum ini sampai di pengadilan.” lanjutnya.

Zul melanjutkan, alasan JRM yang mengatakan postingannya tersebut hanya sebagai candaan telah melukai hati umar muslim.

“Kalau alasan JRM Dalam permintaan maafnya bahwa postingan itu hanya candaan maka saya sampaikan bahwa semua orang berhak untuk bercanda tetapi Ingat bukan dengan cara terang terangan menyakiti hati seluruh umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan yang dianggap sangat sakral.” tegasnya.

“Lagi pula beberapa waktu lalu JRM punya kesempatan lebih awal untuk meminta maaf secara trus tetapi malah menyampaikan alasan yang menurut kami semakin memperumit masalah. Jika perbuatan JRM yang mengajak buka puasa disertai dengan gambar babi guling di group whatsapp pilkada caleg Toraja saat umat muslim melaksanakan ibadah puasa hanya dianggap sebuah candaan maka kami ingin sampaikan bahwa candaan JRM ini adalah candaan yang tidak beradab,” jelasnya.

Kata dia, dua bulan terakhir BMI telah melakukan pelaporan tiga kali terkait kasus penistaan serta ujaran kebencian ke Polda Sulsel.

“Perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan jumlah laporan yang kami masukkan ke aparat dalam dua bulan terakhir tercatat ada tiga laporan resmi ke aparat kepolisian dengan dugaan kasus penistaan agama dan ujaran kebencian, satu kasus telah telah dilimpahkan ke kejaksaan (tersangka di tahan) dua kasus sementara proses penyelidikan dan jika berdasarkan pengalaman kami maka insya Allah statusnya pun akan naik ke penyidikan.” imbuhnya.

“Saya rasa jumlah kasus yang kami laporkan dalam dua bulan terakhir termasuk jumlah yang luar biasa dan menjadi fakta bahwa semakin banyak orang dengan mudahnya melakukan penistaan agama, Sehingga menurut kami aparat kepolisian harus lebih serius untuk melakukan penegakan hukum kepada para penistaan agama ini agar hal ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun untuk tidak melakukan hal serupa.” tutup dia.

Diberitakan sebelumnya John Rende Mangontan telah menemui MUI Tana Toraja serta ormas Islam lainnya.

Hal itu dilakukan untuk menyampaikan permohonan maafnya terkait postingan gambar babi guling dengan ajakan buka puasa.

“Saya John Rende Mangontan menyampaikan permohonan maaf yang sedalam – dalamnya kepada semua umat Islam baik yang ada di Tana Toraja, yang ada di Group WhatsApp Pilkada Tana Toraja dan dimanapun berada ataupun kepada yang merasa tersinggung atas kehilapan saya beberapa waktu yang lalu di salah satu group WhatsApp Pileg dan Pilkada Toraja 2024.” tulis JRM dalam keterangannya, Rabu, (27/3). (**)

spot_img
Terkini

Pendeta Musa Sebut IAS Sosok Rendah Hati dan Ramah

IDEAtimes.id, TORAJA - Karakter kepemimpinan Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat menjabat wali kota Makassar 2004-2014 ternyata begitu membekas...

Berita Lainnya

spot_img